Semakin hari tampaknya manusia semakin pandai merangkai berbagai alasan. Apalagi kalau menyangkut sholat. Zaman sekarang kebanyakan orang jika ditanya, “Sudah shalat belum ?” dengan santainya menjawab, “Belum, nanti sajalah, Tuhan kan Maha Pengampun, ngutang sholat juga boleh.” Dari jawaban itu dapat diduga akan adanya alasan-alasan berikutnya yang sudah terrangkai di pikiran. Tapi jika ada SMS masuk berbunyi, “Sayang,,,kencan yuk,” maka tanpa disadari sang penerima SMS langsung tergesa-gesa mempersiapkan diri untuk memenuhi ajakan yang tertulis di inbox HP-nya. Belum lagi kalau benda kecil yang dinamakan handphone itu tertinggal, entah di rumah atau terbawa oleh teman, pasti sang pemilik akan kelabakan layaknya kebakaran jenggot. Sepenting itukah HP dan seremeh itukah sholat dimata kebanyakan orang ?
Dewasa ini memang HP sudah di-Tuhankan oleh kebanyakan orang, walaupun tanpa mereka sadari. Bahkan mereka sudah menganggap biasa dengan meninggalkan sholat demi SMS-an atau menerima telepon. Mereka berpikir bahwa sholat bisa diganti dengan waktu yang lain karena Tuhan Maha Pemurah, tapi kalau pacar marah gara-gara SMS tidak dibalas, mereka akan sangat menyesal.
Tuhan memang Maha Pemurah, tapi tidak ‘murahan’ ! Seakan-akan tidak sadar dan memasang wajah tak berdosa, manusia zaman sekarang telah merubah predikat ‘pemurah’ menjadi ‘murahan’. Tuhan memang Maha Pengampun, tapi ampunannya tidak bisa dibeli dengan pulsa. Sekarang sudah zaman manusia dengan mudahnya mengganti ke-pemurah-an Tuhan.
Akhir-akhir ini banyak sekali yang memaki-maki Tuhan karena adanya beberapa bencana alam, yang mana bencana tersebut menyebabkan sahabat mungil mereka, HP, terkubur reruntuhan, hilang, rusak, dan sebagainya. Padahal bencana-bencana tersebut adalah bukti ‘cinta’ Tuhan kepada manusia. HP lebih dianggap layak sebagai sahabat daripada Tuhan, padahal bencana-bencana tersebut merupakan bukti kesetiaan Tuhan sebagai sahabat yang mengingatkan sahabatnya atas kelalaian-kelalaian yang ia lakukan selama ini. Inikah balasan manusia kepada sahabat yang selalu setia ? Inikah balasan manusi kepada sahabat yang setia menjaganya ? Bisa-bisanya mereka lebih mempedulikan HP yang kehabisan pulsa dan menuntutnya untuk mengeluarkan uang, daripada Tuhan, yang selama ini memberika osigen gratis kepada mereka.
Subhanallah…
Ingatlah wahai saudara-saudaraku, bukan HP yang memberi kita kehidupan, tapi Tuhan. Bukan HP yang setia menjaga kita, tapi Tuhan. Bukan HP yang membagikan oksigen secara gratis kepada kita, tapi Tuhan. Oleh karena itu, masih sebiadab itukah kita membalas kebaikan Tuhan ?
By; Zakiyatud Durotun Nashihah’
Tidak ada komentar:
Posting Komentar