weLcoMe...

weLcoMe to aLL..!!

enJoy HeRe..!!!

Jumat, 26 November 2010

PERISTIWA PAHIT DAN CITA-CITANYA


“Allahu Akbar...” aku mengawali sholatku, tiba-tiba aku mendengar suara tangisan dari kamar sebelah. Lalu aku bergegas menyelesaikan sholatku, “Assalamu’alaikum warohmatullah...” setelah salam aku langsung berlari ke kamar sebelah menghampiri suara itu. Dan ku lihat Rika terbaring lemah di atas sajadahnya dengan menggenggam handphone di tangan kananya. Ternyata setelah Rika selesai sholat dia mendapat kabar bahwa bundanya yang sangat dicintainya telah meninggalkannya.
Hari-hari di pesantren terasa sepi tanpa canda tawa Rika. Dia menjadi gadis yang murung. Awalnya Rika adalah gadis yang ceria dan pintar, tapi sejak ditinggal bundanya dia sangat berubah.
Pendiam, itulah Rika yang sekarang. Dia selalu sendiri , menjauh dari keramaian. Sebuah buku tulis adalah teman akrabnya yang selalu dibawanya kemana-mana. Di dalamnya terselip selembar foto bundanya yang sangat cantik nan jelita. Hari-harinya dia habiskan untuk menulis. Entah apa yang dia tulis. 
by: Azizatus Sholihah
Di pesantrenku 1 minggu lagi akan ada perlombaan-perlombaan, salah satunya adalah lomba Kaligrafi. Aku dan teman-temanku heran, Rika mendaftarkan diri untuk mengikuti lomba kaligrafi. Padahal setahuku dan teman-teman Rika belum terbiasa menulis tulisan arab dengan baik, apalagi Kaligrafi.
Hari perlombaan telah tiba dan Rika bersiap-siap untuk mengikutinya. Kami semua pada membicarakan, apakah dia mampu????. Keesokan harinya akan diumumkan pemenang lomba Kaligrafi, aku dan teman-teman tidak mau ketinggalan utuk mengetahui siapa yang akan menjadi pemenang. “Subhanallah....subhanallah... gak nyangka ya..ternyata Rika yang menjadi pemenangnya!!!!” seru temanku spontan ketika nama Rika di umumkan menjadi pemenang. Kami semua memberi ucapan kepada Rika, tetapi bukan senyuman yang dia berikan kepada kami tapi sebuah tangisan. Kami semua tak mengerti mengapa dia menangis di hari yang seharusnya dia tersenyum dan bahagia.
Satu bulan lagi kami akan meninggalkan pesantran ini karena kami akan lulus SMA dan akan melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi. Tetapi Rika mendahului kami, 3 hari sebelumnya dia sudah meninggalkan pesantren ini beserta kenangan-kenangan manis bersamaku dan teman-teman. Pada saat itu air mataku seakan tumpah tak terbendung melihat kepergiannya.
Keesokan harinya aku melihat buku catatan tergeletak di kamar Rika, ternyata itu buku yang biasanya dibawanya kemana-mana. Buku itu tertinggal beserta foto bunda di dalamnya.
Aku penasaran ingin mengetahui isi buku itu. Tanpa ragu aku membuka dan membacanya. Di dalam buku itu penuh dengan tinta bewarna ungu, warna kesukaan Rika, tak ada lembaran yang kosong satu pun. Buku itu penuh dengan tulisan. Tulisan itu menceritakan tentang mimpi-mimpi Rika setelah di tinggal bundanya. Diantaranya Rika sering bertemu bundanya dalam setiap mimpinya. Dan bundanya selalu berpesan dan terus berpesan kepada Rika untuk mewujudkan cita-cita bundanya yang belum tercapai. Dengan pesan-pesan itu Rika awalnya tak mengerti tapi mimpi itu bersambung di kemudian hari bahwa bundanya berkata dia ingin menjadikan generasi Islam sekarang tak hanya pintar membaca Al-Qur’an tapi juga pintar menulis dengan kaidah yang baik dan benar. Dalam tulisannya, Rika tidak yakin, apakah mimpi itu hanya sebuah mimpi atau memang amanah yang harus dijalankannya.
Dan kini aku mengerti, setiap harinya Rika mencoba berlatih menulis arab agar dapat memenuhi keinginan bundanya. Mungkin, cinta Rika kepada bundanya dituangkan dalam tulisan-tulisan Kaligrafi yang indah.
Di akhir halaman dalam bukunya dia menulis :
“Aku mencintai Kaligraf seperti aku mencintai Bunda”
“Dalam tulisan Kaligrafi yang ku tulis selalu ada nafas Bunda disana”
“Bunda...aku akan mewujudkan impianmu”
“Itu semua bukan hanya cita-cita Bunda saja, tapi itu juga menjadi
CITA-CITA ku...”
“I LOVE YOU MOTHER”
Selesai membacanya aku menangis tersedu, mengagumi sosok Rika yang sangat mencintai bundanya. Apapun rela dia lakuka untuk bundanya. Walaupun pesan-pesan itu hanya disampaikan lewat mimpi. Aku harus bersyukur karena aku masih diberi orang tua yang lengkap dan mereka selalu menyayangiku. Rasa syukurku tak henti ku ucapkan karena Kasih Sayang Allah yang diberikan kepadaku. Terima Kasih Allah....   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar