Seorang lelaki pasti mendambakan calon istri yang sholikhah dan masih utuh keperawananya yaitu seorang gadis yang tidak pernah bersetubuh dengan laki-laki dengan demikian dapat ditarik benang merah bahwa keperawanan merujuk kepada seorang gadis. Keperawanan adalah harta pusaka yang sangat berharga dan perlu dijaga oleh seorang gadis sampai ke jenjang pernikahan karena seorang gadis perawan adalah dambaan pria. Tetapi ironisnya kaum hawa justru sering kali tidak peduli dengan keperawananya, harga keperwanan seolah mereka obral dengan harga yang sangat murah,terlebih lagi hanya dengan dalil cinta mereka rela memberikan keperawanya secara cuma-cuma alias gratis, apalagi di negeri kita Indonesia tercinta ini hal itu sudahlah dianggap sebagai sesuatu yang lumrah dan biasa saja, banyak kita temukan wanita-wanita liar yang berkeliaran dimana-mana, seperti di jalanan, di diskotik, di warung remang-remang bahkan di dunua perkuliahan kita temukan wanita liar, sehingga ada istilah “ayam kampus”. Jika kita survei di dunia perkuliahan sudah banyak kita temukan wanita-wanita yang tidak perawan lagi seperti di Jogya yang menurut hasil riset sudah 90% wanitanya sudah tidak perawan baik itu seorang wanita yang berpakaian seksi atau seorang jilbaber yang bertopeng di balik jilbabnya, Naudzubillah min dzalik.
Diantara faktor-faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah,
- Kurangnya pendidikan agama yang ditanamkan dalam diri seorang wanita sehingga mereka tidak peduli dengan setiap apa saja yang mereka lakukan sampai mereka rela mengobral diri mereka hanya karena kesenangan dunia semata.
- Tingginya tingkat kemiskinan di Indonesia, sehingga banyak kaum hawa yang terpaksa menjual dirinya hanya demi sesuap nasi.
- Kurangnya pengawasan dari orang tua sehingga menimbulkan pergaulan yang tidak terkontrol yang mengarah kepada pergaulan bebas.
Dengan demikian sudah jelas bahwa Indonesia krisis perawan, akan tetapi bagaimana kepedulian pemerintah terhadap hal semacam itu? Seakan-akan pemerintah sudah tidak peduli dengan keadaan moral bangsa sehingga hal itu dibiarkan begitu saja. Bagaimana nasib bangsa kita jika generasinya sudah tidak mempunyai moral yang dapat dibanggakan? Jawabannya kembali kepada diri kita masing-masing. Kita sebagai kaum hawa, hendaklah bisa menjaga dan mengontrol diri agar kita bisa menjadi wanita yang benar-benar suci lahir dan batin yang kelak bisa dibanggakan agama, nusa, dan bangsa. Amin...
by: Mila Kamalia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar