Disebuah ruangan berukuran 6x8 yang disekat dengan papan pembatas, disiniah aku selalu mendengarkan pituah-pituah agama yang keluar dari lisan seorang kiayi yang penuh wibawa dengan sorban putih yang selalu meliliti bahunya. Pituah itu seakan memporak-porandakan tirai hitam yang selama ini menyelimuti hatiku dari kebenaran akan hidup sebagai ciptaannya sang pencipta. Disinilah aku mulai membenahi dan mengawali kehidupan baruku bersama abah ( sapaan untuk pak yai).hari-hari ku lalui bersama abah dan santri yang lain di lingkungan pondok yang tidak begitu luas dengan rutinitas yang bisa dibilang sangat melelahkan. Awalnya aku ga’ betah jika harus berlama-lama hidup seperti ini, pagi harus ke madrasah, sepulangnya dari madrasah masih harus mengikuti kegiatan di pondok hingga larut malam, semuanya serba ngantri, banyak peraturan, dan dituntut untuk hidup lebih sederhana. Semua itu bertentangan dengan kehidupanku sebelum mondok, yang semuanya serba ada, tidak banyak peraturan, dan bebas.mulai dari kehidupan malam, miras, kebut-kebutan dijalan, pacaran dan lain sebagainya. Yang semua tidak ada yang melarang. dan semuanya itu adalah surga dunia bagiku.namun, kehidupan itu, kini seakan-akan menjadi aids bagiku yang menggerogoti hidupku dan membawaku ke alam yang dipenuhi rasa takut yang teramat, ketika aku melintasi sebuah bangunan kecil setengah tembok yang disitu tertulis TPA hidayah dengan beberapa santri usia tk dan anak perempuan sebayaku dengan paras yang cantik sebagai mualimahnya (sebutan untuk guru perempuan di TPA). Disana aku menyaksikan seorang anak yang mampu melafaldzkan surat pendek dengan fasih dan tanpa tex. Semuanya mebuat hatiku bergetar dengan rasa yang tak menentu dan membuatku harus berpikir beberapa hari lamanya hanya untuk merenungi dan meresapi mana dari kejadian yang aku saksikan ini.
Akhirnya, akupun menemukan jawabanya dari kejadian yang menimpa teman mainku yang menghembuskan nafas terakhirnya dengan cara yang tidak wajar,dia meninggal karena over dosis.
Bersambung...
By: Eko andri wijaya (PAI E/10110167)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar